Satu-satunya di Industri Ban! Kasus Sailun Group Tampil di Konferensi Perubahan Iklim PBB
Pada tanggal 17 November, Konferensi Para Pihak ke-30 (COP30) untuk Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) diadakan di Brasil. Selama periode tersebut, Pusat Pendidikan dan Komunikasi Lingkungan dari Kementerian Ekologi dan Lingkungan bersama dengan C Team (Center for Climate Action) menyelenggarakan konferensi pers untuk "Kumpulan Kasus Aksi Iklim Perusahaan (Kawasan Industri) 2025" (selanjutnya disebut sebagai "Kumpulan Kasus"). Kasus Sailun Group yang bertajuk "Jalur Aksi Iklim di Bawah Strategi Pembangunan Berkelanjutan eco+" berhasil terpilih ke dalam "Kumpulan Kasus" tersebut, menjadikannya satu-satunya perusahaan dari industri ban yang terpilih, sekaligus menetapkan tolok ukur bagi perusahaan ban global dalam menjalankan tanggung jawab iklim.

Melalui seleksi ketat oleh komite peninjau ahli, sebanyak 27 kasus unggulan yang representatif akhirnya terpilih dari sekian banyak aplikasi. Kasus-kasus tersebut mencakup berbagai dimensi seperti proyek penghematan energi, pengurangan emisi, dan netralitas karbon, solusi iklim inovatif, mekanisme sosialisasi peradaban ekologi yang khas, serta kegiatan publik perlindungan lingkungan yang memiliki dampak sosial. Kasus-kasus ini dirilis secara global dalam format dwibahasa Tionghoa-Inggris selama COP30, yang secara terpusat menunjukkan pencapaian inovatif perusahaan-perusahaan Tiongkok di bidang aksi iklim.

Sebagai perusahaan perwakilan dari kasus yang terpilih, Sailun Group diundang untuk menghadiri "Narasi Publik Aksi Iklim Perusahaan & Kegiatan Pertukaran Kasus Aksi Iklim Perusahaan 2025" yang diadakan secara bersamaan di Shenzhen pada tanggal 18 November. Dalam kesempatan tersebut, Sailun Group berbagi secara mendalam mengenai jalur aksi dan pengalaman praktis grup di bidang inovasi iklim.

Dalam beberapa tahun terakhir, Sailun Group telah menjadikan "Strategi Pembangunan Berkelanjutan eco+" sebagai panduan, mengintegrasikan aksi iklim ke dalam pengembangan perusahaan, serta mendorong manufaktur hijau dan peningkatan produk melalui inovasi teknologi. Terpilihnya kasus ini bukan hanya merupakan pengakuan tinggi atas pencapaian aksi iklim Sailun, tetapi juga menunjukkan sikap proaktif perusahaan Tiongkok dalam tata kelola iklim global.
Menyongsong masa depan, Sailun akan terus menjadikan inovasi teknologi sebagai penggerak inti, memperdalam praktik pembangunan berkelanjutan, serta menyuntikkan kekuatan hijau bagi pencapaian target "Tiga Karbon" Tiongkok. Selain itu, Sailun juga akan terus memberikan solusi Tiongkok yang inovatif dan layak laksana bagi tata kelola iklim global.




